Senin, 15 Maret 2010

AMALAN MENUJU SURGA

Amalan Menuju Surga

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan An Nasa'i, dikisahkan
Anas bin Malik bercerita. "Pada suatu hari kami duduk dalam sebuah majelis
bersama rasulullah Saw. Dalam kesemptan itu, beliau bersabda, "Sebentar
lagi akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni surga.' Tak
lama berselang, muncullah laki-laki Anshar yang janggutnya basah karena air
wudhu,"kisah Anas.

Keesokan harinya, lanjut Anas, Rasulullah Saw, mangatakan hal yang sama,
"akan datang seorang laki-laki penghuni surga.' Tak lama berselang,
muncullah laki-laki yang sama pula. Demikian hal itu terjadi berulang
hingga tiga kali.

Ketika majelis Rasulullah itu selesai, rasa penasaran mendorong Abdullah
bin Amr bin Ash untuk menguntit lelaki yang disebut Rasulullah sebagai
penghuni surga itu. "Amalan gerangan apakah yang telah menghantarkannya
menjadi calon penghuni surga,"tanya Abdullah.

Sesaat bertemu muka dengan lelaki itu, Abdullah berkata,"Saya tengah
bertengkar dengan ayah saya, dan saya berjanji tak akan menemuinya selama
tiga hari. Maukah kamu memberi tempat pondokan buat saya selama itu?"

Tanpa keberatan, lelaki itu mengizinkan Abdullah tinggal di rumahnya. Namun
selama itu pula Abdullah tak menyaksikan amalan istimewa yang
diperkirakannya bisa membuat lelaki itu menjadi ahli surga. "Setelah lewat
tiga hari aku tidak melihat amalannya, sampai-sampai aku hampir
meremehkannya,"aku Abdullah.

Tak tahan dengan rasa kepenasarannya, Abdullah pun berterus terang, "Hai
hamba Allah, sebenarnya aku tidak bertengkar dengan ayahku, tapi aku
mendengar Rasulullah berkata bahwa engkau, kelak akan menjadi salah seorang
penghuni surga. Aku ingin memperhatikan amalanmu, supaya aku dapat menirunya.

Lalu orang itu berkata, "Yang aku amalkan tidak lebih daripada yang engkau
saksikan," akunya. Lelaki itu menambahkan, "Hanya saja aku tidak pernah
menyimpan rasa dengki kepada mereka atas kebaikan yang diberikan Allah
kepada mereka."

Pada kali lain, seorang sahabat Nabi bernama Abu Dujanah dikisahkan sakit
keras, sahabat yang lain pun berkunjung kepadanya. Menakjubkan, walaupun
wajahnya pucat pasi, Abu dujanah tetap memancarkan cahayanya, bahkan hingga
akhir hayatnya.

Para sahabat sempat bertanya, "Apa yang menyebabkan wajah Anda bercahaya?"
Abu Dujanah menjawab,"Pertama, aku tidak pernah berbicara tentang sesuatu
yang tidak ada manfaatnya. Kedua, aku selalu menghadapi sesama kaum Muslim
dengan hati yang bersih."

Al Qur'an menyebut kata qalbuun salim (hati yang bersih) ini ketika Allah
swt berfirman tentang suatu hari di hari kiamat, ketika tidak ada orang
yang selamat dengan harta dan kekayaannya kecuali yang membawa hati yang
bersih. "Pada hari itu tidak ada manfaatnya di hadapan Allah Swt harta
anak-anak kecuali orang yang datang dengan hati yang bersih. "(QS. 26:89)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar